Di Jepang mengembangkan semangat samurai, menggunakan pramuka sebagai media menanamkan nilai-nilai itu.
— Studi banding panitia kerja RUU Kepramukaan Komisi X DPR ke Jepang,
Korea Selatan, dan Afrika Selatan menambah pengetahuan anggota Dewan
mengenai gerakan kepanduan di sana. Menurut seorang anggota panitia
kerja atau panja, Hanif Dhakiri, lembaga pramuka di Jepang digunakan
sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai tradisional, seperti nilai
semangat para samurai Jepang.
"Di
Jepang, mengembangkan semangat samurai menggunakan pramuka sebagai
media menanamkan nilai-nilai itu," katanya dalam sebuah diskusi di DPR,
Senayan, Jakarta.
Belajar
dari Jepang, Indonesia berniat menanamkan nilai Pancasila dalam
lembaga kepramukaan. Oleh karena itulah, peraturan kepramukaan dinilai
perlu dibuat dalam sebuah undang-undang.
"Nilai
khusus pramuka adalah Pancasila, harus diatur dalam undang-undang agar
bisa diterapkan," ujar Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul
Azwar dalam kesempatan yang sama.
Selain
itu, dari berkunjung ke Jepang dan Korea Selatan, Hanif menilai bahwa
semangat kemandirian harus dijadikan prioritas utama dalam menggerakkan
kepramukaan, baik mandiri dalam kepribadian, maupun mandiri dalam
pembiayaan.
"Saya tidak setuju kalau pramuka mendidik dengan kemandirian, tapi institusinya enggak mandiri," katanya.
Biaya untuk gerakan pramuka jika menurut RUU Kepramukaan tidak akan dialokasikan dari APBN. Dana hanya berupa dana-dana program.
Sementara
itu, Ketua Panja RUU Pramuka Hamka Naja menambahkan, gerakan pramuka
perlu dikembangkan melalui komunitas-komunitas selain melalui sekolah,
seperti halnya di Afrika Selatan.
"Pramuka tidak hanya didorong di sekolah-sekolah, tapi di komunitas. Di Afsel, yang eksis yang di komunitas," katanya.
Menyusul
hal tersebut, melalui RUU Kepramukaan, Hamka mengatakan bahwa
penampilan organisasi pramuka akan diubah agar tidak terkesan terlalu
formal. "Direvitalisasi juga penampilannya. Mereka di Afsel pakai topi,
t-shirt," imbuh Hamka.
kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar