Selasa, 18 Desember 2012

Belajar sambil Tamasya


Salah satu kegiatan dari mata pelajaran IPS ( Ilmu Pengetahuan Sosial ) diantaranya adalah mengenal kerajaan - kerajaan hindu budha yang berada di Indonesia.

Kegiatan belajar mengajar tidak hanya senantiasa dilakukan di dalam ruangan kelas saja, tetapi juga bisa dilaksanakan di luar ruangan seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa siswa - siswi kelas 3, 4, dan 5 SDN Wates 3 Kota Mojokerto pada hari Sabtu, 15 Desember 2012.

Belajar sambil Tamasya, yaa..

Kegiatan belajar yang dilakukan adalah mengunjungi situs-situs peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Adapun tempat - tempat yang dikunjungi antara lain berawal dari pintu gerbang kerajaan Majapahit yang biasa disebut Gapura Bajang Ratu, yang konon merupakan gerbang masuk salah satu kompleks bangunan penting di ibu kota Majapahit. Bangunan ini masih tegak berdiri di Trowulan.
Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju candi brahu, pendopo agung, candi tikus, dan berakhir di Museum Purbakala Trowulan. Para siswa mengikuti dengan riang gembira. berikut liputan foto2nya :


KERAJAAN MAJAPAHIT

Kerajaan Majapahit adalah nama sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293. Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) yang didampingi oleh Patih Gadjah Mada (1331-1364), Kerajaan Majapahit mengalami masa keemasannya.
Candi Panataran merupakan candi terbesar dan paling penting bagi umat Hindu di Jawa Timur yang dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

Setelah Raja Kertanegara gugur dalam peristiwa penyerangan Raja Jayakatwang (Raja Kediri), berakhirlah riwayat Kerajaan Singasari. Raja Kertanegara beserta petinggi kerajaan lainnya tewas dalam penyerangan tersebut. Raden Wijaya (menantu Raja Kertanegara) segera melarikan diri ke Sumenep, Madura, dan mendapat perlindungan dari Arya Wiraraja, penguasa Sumenep. Raja Jayakatwang sangat menghormati Arya Wiraraja sehingga Raden Wijaya diampuni. Setelah mendapat pengampunan dari Raja Jayakatwang, Raden Wijaya beserta pengikutnya diizinkan untuk membabat hutan Tarik (sekarang menjadi Desa Trowulan, Jawa Timur) untuk dijadikan desa. Disinilah kemudian berdiri pusat Kerajaan Majapahit.
 
Kertarajasa Jayawardhana
Candi Tikus, tempat pemandian kerabat raja Majapahit. Pada 1293 pasukan Kubilai Khan dari Cina datang dengan tujuan untuk menghancurkan Kerajaan Singasari. Mereka tidak mengetahui bahwa Singasari telah hancur. Hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijava untuk membalas dendam kepada Raja Jayakatwang.
                                                  Candi Tikus, tempat pemandian kerabat raja Majapahit.
Pasukan Raden Wijaya bekerjasama dengan Kubilai Khan yang berjumlah sekitar 20.000 orang. Dalam waktu singkat, Kerajaan Kediri hancur dan Raja Jayakatwang terbunuh. Pasukan Kubilai Khan kembali ke pelabuhan, namun di tengah perjalanan pasukan Raden Wijaya dengan bantuan pasukan Singasari dari Sumatera menyerang pasukan tersebut. Pasukan Kubilai Khan segera pergi dari tanah Jawa dan Raden Wijaya menjadi raja dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. 

Kegiatan Pramuka

Gerakan Pramuka sangat penting dalam pembinaan generasi muda. Mengingat gerakan Pramuka sangat penting dalam pembinaan generasi muda bangsa, pemerintah memberikan perhatian yang besar dengan mendorong revitalisasi gerakan Pramuka sejak beberapa tahun yang lalu.
Revitalisasi ini, juga disesuaikan dengan perkembangan jaman melalui disahkannya undang undang gerakan Pramuka.
Oleh karena itu, di setiap hari sabtu, mulai jam 7 pagi di SDN Wates 3 Kota Mojokerto di isi dengan kegiatan Pramuka yang diasuh oleh Kakak Pembina Slamet Eko W. dan juga Kakak Samsul Hadi, S.Pd.I.
Berbagai kegiatan menarik dilakukan oleh siswa-siswi SDN Wates 3 Kota Mojokerto seperti menyanyi, bermain ketangkasan, tali temali, dll.
Siswa - siswi merasa senang dengan permainan yang penuh wawasan guna menambah ilmu pengetahuan bagi adik-adik siaga serta membentuk anak siaga menjadi ramah, sopan,tegas, giat, berdisiplin, bertanggung jawab, tidak mudah putus asa, riang serta gembira dan penuh semangat.





Senin, 17 Desember 2012

Pramuka Jepang Punya Semangat Samurai


ImageDi Jepang mengembangkan semangat samurai, menggunakan pramuka sebagai media menanamkan nilai-nilai itu.

— Studi banding panitia kerja RUU Kepramukaan Komisi X DPR ke Jepang, Korea Selatan, dan Afrika Selatan menambah pengetahuan anggota Dewan mengenai gerakan kepanduan di sana. Menurut seorang anggota panitia kerja atau panja, Hanif Dhakiri, lembaga pramuka di Jepang digunakan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai tradisional, seperti nilai semangat para samurai Jepang.
"Di Jepang, mengembangkan semangat samurai menggunakan pramuka sebagai media menanamkan nilai-nilai itu," katanya dalam sebuah diskusi di DPR, Senayan, Jakarta.