Salah satu kegiatan dari mata pelajaran IPS
( Ilmu Pengetahuan Sosial ) diantaranya adalah mengenal kerajaan - kerajaan
hindu budha yang berada di Indonesia.
Kegiatan belajar mengajar tidak hanya senantiasa dilakukan di dalam ruangan kelas saja, tetapi juga bisa dilaksanakan di luar ruangan seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa siswa - siswi kelas 3, 4, dan 5 SDN Wates 3 Kota Mojokerto pada hari Sabtu, 15 Desember 2012.
Belajar sambil Tamasya, yaa..
Kegiatan belajar yang dilakukan adalah mengunjungi situs-situs peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Adapun tempat - tempat yang dikunjungi antara lain berawal dari pintu gerbang kerajaan Majapahit yang biasa disebut Gapura Bajang Ratu, yang konon merupakan gerbang masuk salah satu kompleks bangunan penting di ibu kota Majapahit. Bangunan ini masih tegak berdiri di Trowulan.
Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju candi brahu, pendopo agung, candi tikus, dan berakhir di Museum Purbakala Trowulan. Para siswa mengikuti dengan riang gembira. berikut liputan foto2nya :
Kegiatan belajar mengajar tidak hanya senantiasa dilakukan di dalam ruangan kelas saja, tetapi juga bisa dilaksanakan di luar ruangan seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa siswa - siswi kelas 3, 4, dan 5 SDN Wates 3 Kota Mojokerto pada hari Sabtu, 15 Desember 2012.
Belajar sambil Tamasya, yaa..
Kegiatan belajar yang dilakukan adalah mengunjungi situs-situs peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Adapun tempat - tempat yang dikunjungi antara lain berawal dari pintu gerbang kerajaan Majapahit yang biasa disebut Gapura Bajang Ratu, yang konon merupakan gerbang masuk salah satu kompleks bangunan penting di ibu kota Majapahit. Bangunan ini masih tegak berdiri di Trowulan.
Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju candi brahu, pendopo agung, candi tikus, dan berakhir di Museum Purbakala Trowulan. Para siswa mengikuti dengan riang gembira. berikut liputan foto2nya :

Pada 1293 pasukan Kubilai Khan dari Cina datang dengan tujuan untuk
menghancurkan Kerajaan Singasari. Mereka tidak mengetahui bahwa
Singasari telah hancur. Hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijava untuk
membalas dendam kepada Raja Jayakatwang.




Di Jepang mengembangkan semangat samurai, menggunakan pramuka sebagai media menanamkan nilai-nilai itu.